Anak

Tumbuh kembang Bayi 9-12 bulan

11:12 PM




Dear Mommies...

Bayi pada usia 9 hingga 12 bulan sudah mulai merangkak, dan belajar berjalan.

Saya memberi nama era baru ini dengan nama “Era Encok”, dimana masa ibu-ibu akan mulai merasakan sakit encok pada pinggangnya

Overall it’s always make me so happy!!!

Pada usia ini biasanya bayi mulai sangat lincah dan sangat ingin tahu banyak hal, gerakannya juga sudah mulai banyak.

Mommies akan mulai sedikit lelah, karena mulai sering menuntun bayi untuk belajar berjalan.

Kita mulai sering berkomunikasi dua darah dengan Si kecil, interaksi bounding yang intensif akan semakin mengeratkan hubungan dengannya

Berbagai macam aktivitas baru sudah bisa kita lakukan bersama si kecil...apalagi keingin tahuannya sangat besar dan didukung dengan kemampuan merangkak yang sudah mumpuni.

Untuk menunjang perkembangan motorik, kemampuan bermain, serta perkembangan penglihatan dan pendengaran, akan saya rangkum dari berbagai sumber di artikel ini.

Mommies bisa melakukan pengecekkan menggunakan buku KIA atau aplikasi lainnya untuk memantau tumbuh kembang buah hati...

Sumber saya kumpulkan dari Depkes.go.id, website tentang tumbuh kembang anak, dan beberapa sumber lainnya.

Selamat membaca Mommies...

Milestone Perkembangan Anak
Yang dimaksud dengan milestone Perkembangan adalah tingkat perkembangan  yang harus dicapai anak pada umur tertentu.



Usia 9 -12 bulan


  • Bayi sudah mulai aktif merangkak
  • Mampu berdiri tanpa dibantu
  • Mampu berjalan dengan dituntun
  • Mulai menyentuh apa saja dan memasukkan benda ke mulut
  • Mulai menirukan suara
  • Mulai mengulang bunyi yang didengarnya
  • Mulai belajar mengeluarkan satu atau dua kata
  • Mulai berpartisipasi dalam permainan
  • Dapat menggunakan sendok untuk menyendok
  • Mulai bisa membolak-balikkan halaman pada buku dengan ibu jari dan jari tengah
  • Mulai memperlihatkan minat yang besar terhadap lingkungan sekitarnya
  • Mulai bisa memegang benda sebesar kacang/kismis dengan menjumput
  • Melempar benda disekitarnya
  • Merespon saat diajak bicara
  • Babbling semakin jelas suaranya 


Baca juga :
Tumbuh Kembang Bayi Usia 1 – 2 tahun
Tumbuh Kembang Anak Usia 2 – 3 tahun

Nah...demikian mengenai perkembangan bayi usia 9 - 12 bulan.

Mommies bisa melakukan stimulasi apabila dirasa ada yang belum sesuai dengan perkembangan buah hatinya.

Berikut ini adalah cara melakukan stimulasi untuk perkembangan bayi usia 9 - 12 bulan

  • Ajaklah belajar berjalan sambil dituntun
  • Mengambil mainan diluar jangkauan
  • Ajarkan memegang dan makan biskuit
  • Ajaklah bermain ciluk Ba
  • Ajarkan bermain bola
  • Berlatih membungkuk
  • Berlatih Memanjat tangga
  • Memasukkan benda kecil ke dalam wadah
  • Menyusun balok/mainan
  • Menggambar
  • Belajar minum dari cangkir
  • Makan bersama anggota keluarga
  • Bercerita sambil melihat buku bergambar
  • Menirukan kata-kata
  • Bermain boneka
  • Bermain susun donat
  • Bernyanyi dan bersenandung
  • Tirukan suara binatang sambil menunjuk gambar binatangnya (buku gambar)
  • Ajari bertepuk tangan
  • Mengejar mainan diantara Bantal / guling
  • Ajarkan menumpuk kardus kecil atau mainan susun
  • Ajarkan bermain sepak bola
  • Bermain aneka tekstur lembut, seperti agar-agar


Jenis-jenis Mainan yang bisa digunakan untuk menstimulasi perkembangan bayi Usia 9 - 12 bulan:

  • Pensil warna dan krayon
  • Puzzle sederhana
  • Kotak susun
  • Bola sepak 
  • Senter
  • Buku bergambar 
  • Kardus kecil
  • Agar-agar
  • Mainan susun donat
  • Kertas warna warni





Gunakan mainan yang sudah dicuci bersih, bebas dari debu, atau terjamin kebersihannya yaa Moms...

Mommies bisa melakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan, atau bersama anggota keluarga yang lain.

Bayi akan merasa bahagia apabila diajak bermain.

Jangan lupa untuk memantau perkembangan si kecil menggunakan kuesioner KPSP yaa Moms...sehingga bisa kita stimulasi perkembangan yang belum sesuai dengan usianya...

Apabila Ada yang dirasa kurang sesuai / Ada keterlambatan tumbuh kembang Si kecil, Segera komsultasikan dengan dokter/perawat/bidan yaa Moms.


Selamat bermain Mommies ...




Cover pic source: freepik.com
Pic source: pexel.com, freeimages.com

Anak

Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak Usia 0-18 tahun

8:58 AM




Dear Mommies...

Kehadiran Si kecil ditengah-tengah keluarga tentu menjadi hal baru yang dinantikan yaa.

Segala aktivitas baru menyambut kehadiran buah hati akan semakin meningkat Setiap hari.

Sembari mengamati tumbuh kembangnya Setiap bulan, Mommies jangan lupa juga memantau jadwal imunisasi Si kecil.

Sejak Baby Moo lahir saya mulai membuat catatan jenis-jenis imunisasi apa sama yang diperlukan oleh Baby Moo..yang sudah pernah diterima maupun yang belum.

Untuk mempermudah mengingatnya, saya mencatat dalam bentuk table sehingga mudah untuk dicentang..

Mommies juga bisa membuat sendiri tabel yang lebih mudah diingat serta dapat ditambahkan tanggal dan tempat imunisasi.

Berikut ini saya sertakan tabelnya..tabel ini bisa didapatkan dari website IDAI yaa Moms.


Jadwal Imunisasi Anak 
Usia 0 - 18 tahun
(Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia - IDAI tahun 2017)




Keterangan:

Cara membaca kolom USIA, misal 2 berarti usia 2 bulan (60 hari) s.d 2 bulan 29 hari (89 hari)

Rekomendasi Imunisasi berlaku : Januari 2017

Dapat diakses pada website IDAI (http://idai.or.id/public-article/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-anak-idai.html)

a. Vaksin rotavirus monovalen tidak perlu dosis ke-3 (lihat keterangan)
b. Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respon antibodi setara dengan 3 dosis (lihat keterangan)


Untuk memahami tabel jadwal imunisasi perlu membaca keterangan tabel

1. Vaksin hepatitis B (HB)

  • Vaksin HB pertama (monovalen) paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian suntikan vitamin K, minimal 30 menit sebelumnya.
  • Jadwal pemberian vaksin HB monovalen adalah usia 0,1 – 6 bulan.
  • Bayi lahir dari ibu HbsAg positif, diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstrimitas yang berbeda.
  • Apabila diberikan HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
  • Apabila vaksin HB kombinasi dengan DTPa, maja jadwal pemberian pada usia 2, 4, dan 6 bulan.


2. Vaksin Polio

  • Apabila lahir di rumah segera berikan OPV-0.
  • Apabila lahir di sarana kesehatan, OPV-0 diberikan saat bayi dipulangkan.
  • Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster deberikan OPV atau IPV.
  • Paling sedikit harus mendapat satu dosis vaksin IPV bersamaan dengan pemberian OPV-3.


3. Vaksin BCG

  • Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, optimal usia 2 bulan.
  • Apabila diberikan pada usia 3 bulan atau lebih, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu


4. Vaksin DTP

  • Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada usia 6 minggu.
  • Dapat diberikan DTPw atau DTPa atau kombinasi dengan vaksin lain.
  • Apabila diberikan vaksi DTPa maka interval mengikuti rekomendasi vaksin tersebut yaitu 2, 4, dan 6 bulan.
  • Untuk anak usia lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td atau Tdap.
  • Untuk DTP 6 dapat diberikan Td/Tdap pada usia 10-12 tahun dan booster Td diberikan setiap 10 tahun.


5. Vaksin Pneumokokus (PCV)

  • Apabila diberikan pada usia 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; dan pada usia lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali.
  • Keduanya perlu booster pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir.
  • Pada anak usia diatas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.


6. Vaksin Rotavirus

  • Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia ≥  15 minggu), dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu.
  • Batar akhir pemberian pada usia-24 minggu.
  • Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia ≥ 15 minggu), dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu.
  • Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu.


7. Vaksin Influenza 

  • Vaksin influenza diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, diulang setiap tahun.
  • Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak usia kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu
  • Untuk anak 6-36 bulan, dosis 0,25 mL.
  • Untuk anak usia 36 bulan atau lebih dosis 0,5 mL


8. Vaksin Campak

  • Vaksin campak kedua (18 bulan) tidak perlu diberikan apabila sudah mendapatkan MMR


9. Vaksin MMR/MR

  • Apabila sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka vaksin MMR/MR diberikan pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan).
  • Apabila pada usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, maka dapat diberikan vaksin MMR/MR.


10. Vaksin Varisela

  • Vaksin varisela diberikan setelah usia 12 bukan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar.
  • Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.


11. Vaksin human papiloma virus (HPV)

  • Vaksin HPV diberikan mulai usia 10 tahun.
  • Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan jadwal 0,2,6 bulan.
  • Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respon antibodi setara dengan 3 dosis.


12 Vaksin Japanese encephalitis (JE)

  • Vaksin JE diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis tersebut.
  • Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya


13. Vaksin dengue

  • Diberikan pada usia 9-16 tahun dengan jadwal 0, 6, dan 12 bulan.

Source: 
brosur Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI 2017

Cooking Time!

Make Up Time!

Make Up Time!

Immunization Time

Me Time!

Nge-Blog yuk!

Nge-Blog yuk!

PUBLIC SPEAKING

PUBLIC SPEAKING

Be A Good Planner

Be A Good Planner