Tuesday, July 25, 2017

10 Alasan Kenapa Harus Nge-Blog


Dear Readers...

Kenapa sich harus nge-blog?
Apa enaknya nge-blog?
Capek-capek nulis, emang ada yang baca? 

Bagi para bloggers, pasti sering banget menerima pertanyaan seperti ini, iya khan?

Terkadang ingin kita ceritakan manfaatnya, mungkin tak ada habisnya...😂 sampai dikira sales marketingnya blog hehehe.

Nah..salah satu tujuan postingan kali ini adalah untuk "meracuni" mereka-mereka yang mempunyai potensi menjadi blogger.

Hati-hati yaa...setelah membaca artikel ini, jangan-jangan readers yang belum punya blog langsung ingin bikin personal blog♥



10 Alasan Kenapa Harus Nge-Blog



1. Suka Menulis

Berdasarkan pengamatan saya, hampir sebagian orang yang suka menulis ternyata mempunyai blog.

Entah  berprofesi sebagai penulis profesional, atau memang suka menulis seperti menulis diary, artikel di media massa, karya ilmiah, di social media (terutama yang status Facebook, path, instagramnya panjang-panjang).

Orang yang suka menulis dan berani mengedarkannya kemana sama..alias mempublishnya, sebaiknya menerjuni dunia per-bloggeran.

Nah..bagi yang suka menulis sebaiknya mulai belajar membuat blog, sehingga bisa menyalurkan bakatnya ke website pribadi.

Baca juga: 10 Sumber Inspirasi Ngeblog





2. Suka Berdiskusi

Orang yang suka berdiskusi, berbagi pendapat, hingga adu debat biasanya mempunyai blog untuk menuangkan pikiran.

Dengan menuangkan pikiran di blog, bisa menginspirasi orang lain yang mungkin saja berpendapat berbeda. Tentunya juga disertai tata bahasa dan penyampaian yang baik, tidak mengandung unsur SARA, dan berbagai etika blogging lainnya.




3. Suka Berbagi Pengalaman

Salah satu yang menarik dari kebiasaan nge-blog adalah saat berbagi pengalaman.

Readers bisa melakukan review dan mendapatkan feedback, dari para pengguna produk tersebut, mulai dari produk sehari-hari, makanan, kosmetik, acara press release, tempat wisata, hingga jasa. Semuanya bisa ditulis dalam bentuk review di blog.

Dengan membagi pengalaman yang pernah dialami, harapannya dapat membantu pembaca mendapatkan informasi tentang produk atau jasa tersebut.





4. Mencintai Pekerjaan

Tema yang paling sering ditulis biasanya adalah pekerjaan sehari-hari.

Bagi blogger yang sangat mencintai pekerjaannya, blog bisa menjadi sarana mengaktualisasi diri dengan membagi informasi.

Profesi sebagai ibu rumah tangga ataupun wanita karir contohnya, mampu memberikan inspirasi bagi tulisan di blog. 

Berbagai macam profesi ada didunia per-bloggeran ini mulai dari PNS. pegawai bank, guru, dosen, perawat, dokter, IT, arsitek, engineer, atlit, musisi, sampai yang menjadikan blogger sebagai profesi. Lengkap!

Dan sangking mencintai pekerjaannya, jadilah tema/topik di blog adalah seputar tips dan trik di pekerjaan mereka.




5. Mencintai Hobi

Hobi adalah salah satu sumber ide terbaik saat menulis di blog.

Kenapa?

Karena kita mencintai, menyukai hobi,  apalagi hobi tersebut menjadi passion kita.

Hobi memasak...jadilah ide membuat masakan baru, berbagi tips seputar memasak.

Hobi traveling, aduhai langsung jadi tulisan baru tentang tempat wisata yang mungkin jarang dikunjungi, beserta tips dan tarik.

Hobi otomotif, dandan, ngoprek laptop, dll semuanya bisa menjadi tema tulisan di blog.

Apalagi sekarang sudah marak yang komunitas travel blogger, beauty blogger, food blogger, mommy blogger, dll.






6. Berani Beropini

Bagi yang suka sekali beropini di social media, baik di wall maupun berdebat di komen orang lain. Sebaiknya readers harus punya blog.

Di blog, readers bisa menuangkan opini sesuai keinginan readers, meskipun harus tetap beretika dan sebaiknya tidak menyinggung orang lain terutama menyangkut SARA.

Opini atau pendapat yang disampaikan biasanya adalah curahan hati melihat kondisi sekitar, issue yang sedang beredar, atau trend kekinian.

Sharing pendapat di blog merupakan salah satu sarana berdiskusi secara segar dan memulai keberanian menyatakan pendapat, serta mengasah kemampuan menulis.

Tulis tulisan yang dapat dipertanggung jawabkan :) agar tidak mempersulit diri sendiri di kemudian hari.




7. Berniat menjadikan Blogger sebagai pekerjaan 

Jaman Sekarang profesi blogger menjadi profesi yang banyak dilakukan orang.


Tentu membutuhkan proses panjang dan tidak mudah untuk menjadi blogger yang menghasilkan pundi-pundi rupiah hingga dollar.




8. Berbakat menjadi Motivator

Banyak sekali blogger yang awal mulanya rajin menulis tentang motivasi, memberikan inspirasi dan memberikan energi positif bagi orang lain.

Jika readers mempunyai bakat seperti ini, sangat cocok memulai membuat personal blog.




9. Wadah Aktualisasi Diri

Bagi sebagian orang, blog bisa menjadi wahana untuk mengaktualisasikan diri.

Dengan kemampuan menulis yang semakin bertambah, mungkin saja akan banyak tawaran berdatangan, seperi job review, menjadi Narasumber di media, dll.



10. Ingin menghasilkan Uang

Blog bisa menjadi sarana untuk menghasilkan uang, bisa menjadi sumber referensi review produk yang readers jual.


Banyak produsen yang melakukan review produk menggunakan blog pribadi, selain itu testimoni konsumen juga bisa dishare di blog. Semakin menguntungkan bukan? 

Ingat selalu keunggulan Word of mouth♥


Baca juga: 

Apa Sich Asyiknya Nulis Di Blog?

Antara SEO, Blog walking, dan Backlink


Semoga bermanfaat yaa Postingan kali ini...Mari sebarkan kebaikan, Mari berbagi...yuk kita nge-blog.






Saturday, July 22, 2017

Berdamai dengan kegagalan



Dear Readers...


Pernahkah kita menghitung berapa banyak kegagalan dalam kehidupan yang telah kita lalui?

Momen apakah yang paling membuat kita terpuruk?

Atau justru membuat kita bangkit?

Apakah menjadikan kita lebih kuat?

Beberapa peristiwa yang sangat berkesan dalam hidup mengajarkan saya untuk berdamai dengan kegagalan.

Mulai sering dibully secara verbal saat SMU, gagal masuk jurusan yang saya harapkan saat S2, mengalami keguguran, hingga yang terakhir gagal masuk S3.

Mungkin masih banyak pengalaman "ajaib" lainnya, tapi kejadian diatas adalah masa-masa saya benar-benar belajar berdamai dengan kenyataan.

Setiap manusia pasti mengalami kegagalan dalam kehidupan bukan? Ditolak di sekolah yang diharapkan, melamar kerja kemudian ditolak, Jatuh Bangun saat berbisnis, mengalami penipuan saat membuka usaha, entah apalagi macamnya.

Seiring berjalannya waktu akhirnya saya belajar menjalani kegagalan itu dengan beberapa hal.

Selalu Ada Campur Tangan Tuhan

Untuk bisa menuliskan ini di urutan pertama, ternyata memerlukan proses yang panjang.

Sering kali saat berada di fase penolakan, kadang terlupa bahwa Allah memberikan yang terbaik bagi kita, meskipun bukan yang kita inginkan. Istighfar sebanyak-banyaknya, itu yang saya lakukan.

Kegagalan bisa bermakna agar kita lebih dekat denganNya, belajar menjadi pribadi yang lebih baik, berusaha lebih keras, atau mencari alternatif yang lebih bermanfaat.



Menghadapi kenyataan

Salah satu hal yang sangat sulit diterima adalah menghadapi kenyataan bahwa kita gagal.

Awalnya pasti shock, terkejut, blank...setelah itu pingsan. Hahaha enggaklah.

Hadapi meskipun pahit. 


Sesaat memang perlu waktu untuk menyadari bahwa "Hah...benarkah saya gagal?". Di fase inilah terkadang hati melakukan penolakan.

Selalu ada pertanyaan "Mengapa saya?", terkadang saya jawab sendiri "Mengapa bukan kamu?"

Sampai akhirnya mulai sadar "Baiklah...saya gagal".



Menenangkan diri

Jika tidak sanggup berada di keramaian, menepi dan menenangkan diri.

Jika ingin menangis, menangis saja. Tak ada ruginya. Justru bisa melepaskan beban yang selama ini menekan perasaan. Atau tidur (hahaha..yang ini tidak perlu ditiru).


Saat keguguran, saya hanya diam...sangking sedihnya sekian lama menunggu kehadiran buah hati. Tak sanggup  menangis, saya terdiam seharian. Tak bisa saya gambarkan kesedihan saat itu.





Meluapkan emosi dengan cara positif 

Kegagalan pasti membuat kita emosi. marah, sedih, galau, cemas, dan khawatir.

Setelah diri merasa tenang, tak ada salahnya meluapkan emosi dengan cara positif.

Sibukkan diri dengan mengaji, berdzikir bagi yang muslim, atau membaca kitab bagi yang beragama lain. Ada suatu masa saya berdiam diri di masjid, sholat, mengaji, berkeluh kesah didalam hati (semoga tidak dianggap riya'), sampai menangis tersedu-sedu disana.

Atau berbagai aktifitas lainnya, seperti membaca buku, mendengarkan musik, menonton film, menulis novel, nge-blog, berkumpul dengan komunitas. Apa saja yang bisa memberikan energi baru.



Mencari Hikmah 

Kembali lagi ke pasal pertama, selalu ada campur tangan Tuhan disana.

Setiap kegagalan pasti ada hikmah didalamnya. Saatnya bermuhasabah diri, merefleksi diri, melakukan introspeksi.

Berkaca dari proses yang telah dilalui, lalu bagaimana bisa gagal.

Walaupun berat, tetapi di fase inilah hati terasa dikuatkan. Yakin bahwa Allah memberikan ujian, pasti ada hikmahnya.
Allah akan menundanya hingga kita berusaha lebih keras lagi, atau Allah akan mengganti dengan yang terbaik, atau mungkin saja kita dihindarkan dari kemudharatan oleh-Nya.




Curhat dengan Orang yang Positif Thinking

Berhubungan dengan banyak orang, maka kita akan tahu siapa sama kawan kita yang mampu memberikan semangat saat terjatuh.

Selalu bersama kawan yang mempunyai pikiran positif saat kita gagal, adalah suatu energi tersendiri.

Hindari orang yang hobi nyinyir pada saat mengalami kegagalan. Energi positif pada diri kita akan hilang berhamburan kalau bertemu dengan orang seperti ini. Abaikan!




Berikan target waktu! Saya harus bangkit! 

Semua orang pernah gagal, dan mereka bangkit!

Saya selalu ingat kata-kata itu. Sebisa mungkin tidak berlama-lama larut dalam kesedihan akibat kegagalan.

Berikan target berupa waktu!
Ingin berapa lama bersedih?
Ingin berapa lama galau?
Ingin berapa lama mencari hikmah?
Ingin berapa lama curhat?

Tentukan waktunya..lebih cepat lebih baik bukan?

Segera bangkit dan memperbaiki diri, kuatkan tekad, dan berusaha lagi.



Balas Dendam Terbaik adalah Menjadi Lebih Baik 


The best revenge is being success.

Terkadang kegagalan bisa menjadi kekuatan menjadi orang yang lebih baik.
Dengan berusaha lebih keras, proses tidak akan mengkhianati hasil.

Saat gagal masuk jurusan yang saya harapkan sewaktu S2, yang bisa saya lakukan adalah mencintai jurusan baru saya. Ilmu baru yang harus saya tekuni, saya pelajari dengan keras. Kurang tidur, sakit maag, sakit typus, anemia mewarnai perjalanan menempuh kuliah.

Alhamdulillah berkat dijodohkan teman-teman dan dosen-dosen, akhirnya saya bertemu jodoh saya hehehe, ya rekan sekelas di jurusan yang sama. Sekolah dapat bonus 😅 atau kebalikannya Jodoh bonus sekolah ya?

Saat gagal di bidang akademis, ada orang tertentu suka mengejek saya. Sambil tertawa-tawa mengatakan kalau suatu hari saya menjadi dosen, anaknya tidak akan dikuliahkan dikampus saya.

Kata-kata itu saya ingat sampai detik ini, dan saya jadikan penyemangat saat saya studi S2. Lulus dengan IPK 3,88, dan mewujudkan impian saya yang pernah dia tertawakan.






Ternyata banyak hal bisa menjadi penyemangat diri, termasuk ejekan, hinaan. Tentunya perlu proses pengolahan yang tidak mudah, namun jika tawakkal, berusaha, dan percaya diri, insyaallah selalu ada jalan.


Panjang yaa ceritanya...semoga readers tidak mengantuk hehehe.

Semoga bermanfaat...

Kalau readers pernah mengalami kegagalan apa yang terberat?
Dan bagaimana cara mengatasinya?
Share yuk di kolom komentar ♥




COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES