Saturday, May 13, 2017

Belajar Masak ala Mommy Musa

"Masak itu Susah"
"Masak itu ribet"
"Betulkah...?"


Dear Mommies...

Memasak merupakan salah Satu dari sekian banyak kegiatan yang dilakukan oleh para "wanita".

Ada yang expert dibidang yang satu ini, ibarat bakat dari lahir, menyentuh apa sama di dapur akan menjadi makanan yang sangat enak. (Saya bukan termasuk golongan yang ini hehehe)

Ada yang mahir karena berlatih terus menerus, mampu menghasilkan masakan yang lezat. (Saya belum di level ini...hiks)

Nah....Ada juga yang masih tahap Belajar, level standard..memasak demi menghidupkan dapur, menghasilkan masakan yang kadang rasanya ngeri-ngeri sedap (((ngeriii-ngeriiii sedap)))
*promosi macam apa ini* -_-"
(Saya termasuk level yang ini Kayaknya...hahaha).

Saya betul-betul Belajar memasak setelah menikah. Sebelumnya jangan Tanya, masak Mie instant demgan sayuran itu udah mewah banget. Semasa single dulu, Anak kos rajin makan di warung.

Alhamdulillah, akhirnya tersadar dari mimpi dan kembali kedunia nyata...bahwa Ada suami yang perlu dihidangkan makanan yang "lezat"...

*drama dimulai*

Berikut ini beberapa tips bagi pemula untuk belajar memasak (berdasarkan pengalaman saya selama ini...):

1. Berdoa
    Bismillah...
    Jangan lupa berdoa, supaya di berikan Allah kemudahan dalam belajar...

2. Be Brave
    Jadilah pemBerani. 
    Jangan pernah takut memasak Moms. Sugesti diri sendiri bahwa memasak itu gampang, tidak sulit sama Sekali, tidak se-horor yang kita bayangkan.
Yakinkan diri bahwa semua wanita bisa memasak!

Kuncinya *SUGESTI*

Jika takut terkena minyak panas, kita bisa pakai baju lengan panjang, topi atau pegang tutup panci yang super besar ^_^
Jangan malu..stay safe!!!! hahaha

3. Be Confident
    Jadilah Percaya Diri
    Jangan pernah minder, takut menghadapi acara masak-memasak Moms. Kita bukan mau ikut kontes merasakan yang dilihat banyak orang, sampai kelihatan cucuran keringat seperto di layar kaca :).
Yakinkan diri kita sedang Belajar, Satu hari akan menjadi expert di bidang ini.
Jika sebelumnya gagal, coba terus...move on, jangan gallon!

4. Kumpulkan Resep Masakan 
    Pilih masakan yang anda sukai Moms, lalu kumpulkam resepnya.
Saya memilih makanan yang saya sukai terlebih dahulu Untuk Belajar memasak. Jadi saya bisa mengukur rasa Karena memang suka dengan Jenis makanan tersebut. Baru setelah berhasil, saya akan mencoba memasak Makanan kesukaan suami.

5. Baca Resep Sehari Sebelumnya
Saya termasuk orang yang perfeksionis dalam hal memasak. Sebisa mungkin saya hafalkan bahan-bahannya saat berbelanja ke pasar, sembari saya bayangkan Cara mengolahnya.
Saya catat dikertas kecil dan dibawa kemana-mana, persis orang menghadapi ujian praktikum.
Sehingga begitu sudah didepan mata, saya merasa sudah terbiasa *lol*
*lebay*

6. Persiapkan bahan dan alat memasak.
    Letakkan bahan-bahan dan peralatan masak yang dibutuhkan dimeja dapur.
Untuk menghindari panik dan lupa, saya selalu mengumpulkan semua bahan-bahan yang akan digunakan dalam wadah besar (baca: tampah).
Termasuk juga sesuai dengan takarannya.
Hindari memodifikasi masakan jika baru Belajar, sebaiknya sesuaikan dengan resep dulu.
Begitu juga dengan peralatan, sebaiknya dikumpulkan di Satu tempat, sehingga tidak sibuk mencari-cari saat Sudah mulai memasak.



7. Mulailah memasak
    Baca pelan-pelan resep, dan Cara mengolah bahan.
Belajarlah pada ahlinya..bisa masak bersama Ibu kita, Ibu mertua, adik, stay adik ipar, bahkan teman yang ahli mengolah makanan.
Jangan pernah malu...
Practice makes perfect
Selalu gunakan api kecil saat menumis bumbu halus, atau bawang Untuk menghindari kegosongan.

8. Saat pemberian garam dan gula
Berhati-hati saat memberikan garam dan gula.
Lebih Baik menambah sedikit demi sedikit, daripada terlalu asin atau terlalu manis akan Susah memodifikasinya.


9. Sajikan dalam mangkok atau piring saji.
    Sajikan menggunakan pairing atau mangkok saji, hal ini perlu dilakukan Untuk menambah kepercayaan diri. Seakan-akan kita Sudah berhasil memasak, padahal masih dalam tahap Belajar hehehe. Selain itu juga menambah segera makan, dibandingkan jika mengambil makanan langsung dari wajan atas panci



10. Mintalah kritik dan saran
      Saat awal saya belajar memasak (sampai Sekarang) menerima kritik dan saran adalah wajib. Untuk meningkatkan performance, serta kualitas masakan kita, selera lidah orang lain perlu kita pertimbangkan.
Jangan baper, nanti jadi koper (korban perasaan) sehingga malah minder dan malas memasak...
Abaikan ucapan yang tidak penting, serap intinya saja.
Semakin tinggi jam terbang memasak, kita akan semakim terlatih.

11. Catatlah resep yang berhasil
      Masakan yang lezat hasilnya, jangan lupa untuk dicatat, termasuk juga jumlah takarannya.
Jangan terlalu senang berlebihan, lalu lupa dicatat ya Moms hehehe...
Sebaiknya buatlah buku resep tulisan tangan kita sendiri, sehingga kita makin percaya diri.


Happy cooking Moms!








*Cover Pic source: Designed by Onlyyouqj / Freepik*
Food pic source by pexel.com

8 comments:

  1. Yang keseringan lupa bagi saya itu nyatat resep yang berhasil hehe. Walhasil jika masak lagi, hanya berbekal ingatan saja. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul Kak Elrisa.. Kadang rasanya jadi beda-beda yaa, padahal menunya sama hehehe.

      Delete
  2. semua orang pasti bisa masak cuma kadng kemauan belajar yang susah. apalagi tipe kyk saya yang biasa dimasakin hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. aahh Kakak Artiiss hits mampir dimari :D
      enaak banget tuch kak dimasakin hehehe

      Delete
  3. Sy jg ibu yang menemukan passion memasak pas udah menikah aja bun.. Hihi..
    Sebenarnya sy waktu singke jg pemalas masak. Lebih suka mengerjakan hal lain. Tp keluarga sy terbiasa dg masakan homemade. Akhirnya sy jg bosan y kalo makan yg itu2 mulu. Dan tadaa.. Sy menikmati kegiatan memasak yg memakan waktu cukup lama.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang Ada rasa tertantang ingin mencoba masakan baru yaa Kak Aswinda..apalagi kalau pulang dari restoran yg makanannya enak, besoknya terobsesi pingin masak yang sama😂

      Delete
  4. Di rumah Alhamdulillah anak sama suami gak protes, meski kadang ngeri-ngeri sedap juga... Hahaha

    Salam kenal dari Medan, Mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Ibu Dila..
      Awalnya ngeri-ngeri sedap, akhirnya jadi nambah-nambah sedap👍

      Delete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES